"Sebenarnya dalam manajemen risiko, naik pesawat itu lebih aman dibanding naik sepeda atau mobil," ujar Direktur Teknis Garuda Indonesia, Hadinoto Soediknodi di sela-sela diskusi bertema 'Manajemen Risiko Sektor Transportasi di Indonesia' di Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Cengkareng, Tangerang, Banten, Kamis (16/12/2010).
Menurut Hadinoto, syarat keamanan menaiki pesawat adalah menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan. Manajemen pesawat juga sebenarnya juga sudah tahu jika memang ada risiko, maka tidak akan memberangkatkan penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika manualnya dipenuhi, naik pesawat itu relatif aman. Hanya saja sulit memprediksi faktor alam yaitu cuaca. Biasanya dari Jakarta cuaca baik tapi di tujuan cuaca kurang mendukung, ini yang membuat penerbangan harus ditunda atau delay," jelasnya.
Setiap kondisi apapun yang terjadi di udara, lanjut Hadinoto, penumpang berhak mengetahuinya. Hal itu juga termasuk dalam standar prosedur dari penerbangan itu sendiri.
"Seringkali kita berikan kompensasi seperti mengembalikan tiket, saat ada kejadian hal-hal seperti itu. Ini bagian dari pelayanan kita untuk memberikan penerbangan yang safe," ungkapnya.
(gus/fay)










































