Tawuran selamaย 2 jam ini berlangsung di lapangan yang lokasinya di antara Fakultas Bahasa dan Sastra dan Fakultas Teknik UNM, di kampus Parang Tambung, Makassar, Kamis (16/12/2010) sejak pukul 12.00 WITA hingga pukul 14.00 Wita.
9 Mahasiswa yang luka-luka terdiri dari 6 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra yakni, Payardi terkena tebasan parang di bahu kiri. Sukriadi terkena anak panah di bagian pipi kiri, Ismar terkena anak panah di lutut kiri, dan Faisal terkena anak panah di pipi kiri. Selanjutnya, Lalu Hadlan terkena anak panah di paha kiri dan Aswar bagian dada kanan terkena senjata rakitan yang bisa diledakkan dan dikenal dengan nama papporo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8 Mahasiswa yang mengalami luka-luka dibawa ke RS Bhayangkara dan 1 mahasiswa lainnya dirawat di RS Pelamonia, Makassar.
Informasi yang berkembang di lapangan, tawuran ini diduga dipicu dari aksi pemalakan oleh mahasiswa Fakultas Teknik kepada mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNM yang terjadi di depan kampus pada Rabu 15 Desember malam.
Ketua Federasi Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra, Yahyar, dipukul oleh mahasiswa Teknik. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra tidak terima dan melakukan aksi balasan.
Suasana kini telah kondusif. Puluhan personel polisi dari Samapta Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate masih berjaga-jaga di pintu masuk kampus dengan menenteng senjata laras panjang dan tameng.
"Para personel saya siagakan hingga malam untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Saat ini, belum ada mahasiswa yang ditangkap karena masih menunggu hasil penyelidikan," kata Kapolsek Tamalate, AKP Suaib Majid.
Tidak ada kerusakan di gedung UNM akibat tawuran ini karena tawuran terjadi di tanah lapang. Pihak rektorat juga belum memberikan keterangan.
(mna/aan)










































