Mendiknas: Memang Logo Mau Diganti Kucing atau Lalat?

Kostum Garuda Timnas Digugat

Mendiknas: Memang Logo Mau Diganti Kucing atau Lalat?

- detikNews
Kamis, 16 Des 2010 13:25 WIB
Mendiknas: Memang Logo Mau Diganti Kucing atau Lalat?
Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional M Nuh tidak habis pikir mengapa pemasangan gambar Garuda Pancasila di kaos Timnas dalam ajang piala AFF 2010 dipersoalkan. Lambang negara itu membawa kebanggaan bagi Timnas dan juga masyarakat Indonesia.

"Soal logo, kan, ada yang mempersoalkan gara-gara logo Garuda ditaruh di sini (dada). Saya bilang mau diganti kucing? Kalau mau diganti kucing monggo, apa kucing lebih membanggakan? Saya bilang kayak kurang kerjaan saja," kelakar Nuh
disambut tawa wartawan.

Nuh ditemui usai peresmian International Summit 2010 Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional oleh Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nuh melanjutkan, logo Garuda tidak boleh dipasang apabila maksudnya untuk merendahkan dan menghina. Namun, Garuda di kaos timnas dipasang dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri yang tinggi bagi para pemain sekaligus suporter PSSI.

"Ini, kan, untuk menumbuhkan self confidence. Kalau keberatan ganti saja kucing atau lalat," ulang Nuh.

Pengacara publik David Tobing mendaftarkan gugatan citizen law suite di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa 14 Desember terhadap Presiden SBY, Menpora Andi Mallarangeng, Mendiknas M Nuh, dan PSSI dan PT Nike Indonesia. Menurut David, kaos tim nasional sepakbola Indonesia yang berlambang Garuda Pancasila itu melanggar Undang-Undang No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.Β  Dalam gugatannya, David menggunakan dasar pasal 51, 52 dan 57.

Skor 3-1

Terkait pertandingan semifinal antara Indonesia melawan Filipina nanti malam di Stadion Gelora Bung Karno, Nuh punya prediksi sendiri. Irfan Bachdim dkk diprediksinya akan mampu menaklukkan Filipina dengan skor 3-1.

"Karena masing-masing sudah mengenal kekuatan dan kelemahan lawan. Itu yang penting. Saya kira Filipina pun saya tidak ingin dibantai," ucap mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, ini.

Kemenangan Timnas atas Filipina, menurutnya, ditentukan oleh faktor psiko-audience para supporter yang kini memberikan dukungan penuh. Selain itu, Filipina akan mengalami beban karena tanding di kandang lawan.

Nuh mengaku akan datang ke GBK untuk menonton laga Indonesia VS Filipina nanti malam mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nanti nonton pakai kaos apa, Pak?

"Ya, kaos yang dilarang tadi itu, ha ha ha," tutup Nuh sambil masuk ke mobil dinasnya, RI 31.

(irw/nrl)


Berita Terkait