Kepala Parlemen Nasional dan Komisi Kebijakan Asing Iran, Alaeddin Boroujerdi menuding AS dan Inggris terlibat dalam serangan itu.
"Pengalaman dari insiden-insiden di masa lalu mengindikasikan bahwa badan-badan intelijen AS dan inggris berada di belakang kejahatan-kejahatan seperti pengeboman Rabu pagi di Chabahar," ujar Boroujerdi seperti dilansir kantor berita semi-resmi Iran, ISNA dan dilansir Xinhua, Kamis (16/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani melontarkan tudingan senada. Dikatakannya, aksi-aksi teroris seperti itu didanai oleh badan-badan intelijen AS dan Israel.
"Di masa lalu, AS merekrut beberapa orang di Afghanistan untuk menciptakan perpecahan di kalangan muslim Syiah dan Sunni," tutur Larijani pada media setempat, Mehr News.
"Badan-badan intelijen Israel dan AS berada di balik aksi teroris ini dan mereka harus tahu bahwa perilaku seperti itu akan menerima respons dari bangsa Iran," tegas Larijani.
Kantor berita IRNA memberitakan, sejumlah wanita dan anak-anak juga menjadi korban serangan bom bunuh diri di Chabahar tersebut.
(ita/nrl)











































