"Kita akan ke Kementerian BUMN untuk menyerahkan kambing. Kemudian ke Istana Negara. Kita akan bilang ke Presiden, untuk tolak merger dan memilih direksi dan komisaris ke depan yang tidak menjual aset negara," kata koordinator Serikat Karyawan (Sekar) Telkom Wisnu Adi di depan Kantor Kementerian BUMN, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/1/2010) pukul 09.50 WIB.
Wisnu mengatakan, kambing yang dia berikan ke Menteri BUMN tersebut untuk sekadar mengingatkan kepada Menteri BUMN bahwa lebih terhormat menjual kambing daripada menjual aset negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kambing yang mereka bawa pun lalu diserahkan kepada perwakilan Kementerian BUMN yang diwakili oleh Humas Kementerian BUMN, Mahmud.
Pantauan detikcom, sedikitnya 1.000 demonstran memenuhi Jalan Medan Merdeka Selatan. Hal ini membuat Jl Medan Merdeka Selatan macet.
Massa membawa spanduk besar bertuliskan "Kita menolak merger Flexi-Esia. Ini merupakan agenda terselubung penjualan aset negara."
(anw/nrl)











































