Untuk Masyarakat Kokoh, Demokratis, Inklusif

Laporan dari Madrid

Untuk Masyarakat Kokoh, Demokratis, Inklusif

- detikNews
Kamis, 16 Des 2010 00:14 WIB
Untuk Masyarakat Kokoh, Demokratis, Inklusif
Madrid - Indonesia-Spanyol memahami pentingnya dialog untuk mengikis ketidaktahuan dan prasangka serta membangun masyarakat kokoh, demokratis, inklusif.

Hal itu disampaikan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Andri Hadi dalam sambutan pembukaan Interfaith Dialogue (Dialog Antar-iman) di Casa Asia, Ministerio de Asuntos Exteriores y de Cooperación (Urusan Asia, Kementerian Luarnegeri dan Kerjasama, Madrid (15/12/2010).

Menurut Andri, Indonesia menyadari fakta bahwa dialog antar-iman telah menjadi forum efektif untuk komunikasi dan bertukar pikiran serta sebagai landasan untuk membangun saling hormat-menghormati, toleransi, dan pengertian antar-masyarakat beragama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk itu Indonesia tetap berdedikasi dalam memajukan dialog antar-iman di semua tingkat, dalam batas internal dan eksternal," ujar Andri.

Lanjut Andri, Indonesia telah ambil bagian dalam peluncuran inisiatif dua dialog antar-iman secara regional, yakni Regional Interfaith Dialogue within the Southeast Asia and Southwest Pacific countries (2004) dan The Asia-Europe (ASEM) Interfaith Dialogue (2005).

"Masing-masing dialog ini telah menjadi kegiatan besar tahunan," terang Andri.

Dikatakan, secara bilateral Indonesia memiliki beragam prakarsa dengan sejumlah negara mitra, termasuk Austria, Bulgaria, Kanada, Jerman, Hungaria, Lebanon, Ceko, Tahta Suci Vatikan, Belanda, Federasi Rusia, Inggris, dan AS.

Selain itu Indonesia juga sejak 2006 telah memprakarsai serangkaian Dialog Global Antar-media dengan Norwegia sebagai co-sponsor, untuk meningkatkan sensitivitas media menjadi instrumen efektif untuk mempromosikan saling pengertian dan menghargai di antara agama dan kebudayaan dunia yang berbeda-beda.

"Indonesia percaya bahwa media massa memainkan peran penting dalam mengikis ketidaktahuan dan prasangka di antara agama, kebudayaan dan peradaban," demikian Andri.

(es/es)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini