"Pagi berangkat, pulang sore kerja dan momong (mengasuh) anak-anak," ujar Ifa (34) istri Sukirno kepada wartawan di depan Masjid Al Falah Surabaya, Rabu (15/12/2010).
Ifa mengaku, suaminya dikenal pendiam dan hanya berbicara jika dianggap penting. Menurutnya, suaminya pernah bekerja sendiri dan saat ini ikut perusahaan pengecoran alumunium di kawasan Jombang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ifa, Sukirno taat beribadah, tapi tidak pernah terlibat menjadi pengurus takmir masjid atau mushola di kampung halamannya, maupun mengikuti pengajian di kampung atau di luar kampung.
"Namanya orang Islam kan salat. Kalau pengajian, saya nggak pernah tahu. Kayaknya jarang ikut," tuturnya.
Di rumahnya, Ifa dan Sukirno tinggal bersama keenam anaknya yang usianya mulai dari 2,5 tahun hingga 20 tahun. Selama ini, kata Ifa, tidak ada orang bertamu dari rekan atau teman-teman Sukirno.
Andalkan Hasil Ternak
Sejak ditangkap Densus 88 Mabes Polri pada Sabtu (11/12/2010) lalu, saat ini Ifa mengandalkan peternakan ayam dan menjual telur ayam, untuk membiayai kebutuhan sehari-hari keenam anaknya.
"Ada ternak ayam. Menjual ayamnya juga menjual telur ayam. Saya sendiri yang menjualnya untuk kehidupan sehari-hari," ujar Ifa. Ifa berharap, suaminya cepat pulang ke pangkuan keluarganya dan hidup normal seperti pada hari-hari biasa.
"Sampai saat ini tidak ada kabar penangkapan suami saya. Mudah-mudahan, hukum bisa ditegakkan, jangan menganiaya orang yang lemah," tuturnya.
Ketika ditanya lebih lanjut, apakah akan menempuh jalur hukum atas tindakan kepolisian yang menangkap suaminya karena diduga sebagai teroris, Ifa mengaku tidak tahu apa yang harus diperbuat.
"Saya yakin bukan (teroris). Ya nggak percaya gitu. Saya tidak tahu, saya masih
bingung," terangnya.
(bdh/anw)










































