"Pak Menpan sedang siapkan juga (survei), salah satu alat untuk memonitor kepuasan masyarakat yang merupakan sasaran pelayanan," kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat memberikan sambutan di depan para penerima Piala Cipta Pelayanan Prima (CPP) di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2010).
"Ini sedang kita garap dan Insya Allah bisa digunakan bersama-sama secara obyektif dan transparan mengenai kemajuan dari kita semua ini sebagai pelayan publik," tandas Mantan Gubernur BI ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, apa saja output yang dihasilkan oleh aparatur pemerintah, misalnya kebijakan atau langkah-langkah yang diambil untuk kemajuan. Tim juga akan menilai bagaimana proses pengambilan sebuah keputusan oleh lembaga yang disurvei.
"Dan yang keempat adalah dari segi biaya atau cost efectiveness (efektifitas biaya). Dengan pelayanan yang sama, kalau lebih murah, itu namanya cost efectiveness. Ini akan menjadi indikator juga," imbuh Boediono, yang juga Ketua Tim Pengarah Reformasi Birokrasi ini.
Boediono kembali mengingatkan, aparatur negara adalah pelayan publik. Ia melayani kepentingan umum, bukan kepentingan dirinya sendiri atau kelompok. Boediono juga berharap berbagai keluhan masyarakat mengenai bikrokrasi dapat segera dihilangkan.
"Sering kali kita mendengar keluhan dari publik, mengenai birokrasi. 'Wah birokrasinya begini, terlalu birokratif,' itu artinya birokrasinya bertele-tele. Jadi citra ini lambat laun harus bisa kita hilangkan," tutup Wapres.
(irw/nwk)











































