"Saya agak ragu dengan info WikiLeaks yang berkaitan dengan pandangan China terhadap Megawati Soekarnoputri tersebut," kata Ketua DPP PDIP Bidang Hubungan Luar Negeri, Andreas Pareira kepada detikcom, Rabu (15/12/2010).
Andreas mengatakan, saat Mega menjabat sebagai Wakil Presiden maupun Presiden, beberapa kali telah berkunjung ke China. Mega juga dikunjungi oleh sejumlah pejabat-pejabat pemerintah China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam pertemuan tersebut, Mega dilihat sebagai sahabat China," kata Andreas.
Menurut Andreas, persahabatan Indonesia dengan China telah dimulai dari era Presiden Soekarno. Hingga kini, bangsa China melalui para petinggi-petinggi pemerintahnya maupun petinggi partai sangat menghormati hubungan baik Indonesia-China yang dibangun oleh Presiden Soekarno sejak akhir dekade 1940.
"Para pemimpin China bahkan melihat persahabatan dengan Presiden Soekarno adalah persahabatan generasi pertama. Dengan Mega adalah persahabatan generasi kedua, dan berharap berlanjut menjadi persahabatan generasi-generasi selanjutnya," katanya.
Meski ragu, Andreas menilai, dokumen itu bisa menjadi perhatian bagi PDIP dalam membangun hubungan persahabatan dengan China. "โโDokumen WikiLeaks tersebut bisa menjadi perhatian kita, tetapi tidak harus menjadi referensi untuk Indonesia, khususnya PDI Perjuangan dalam membangun hubungan persahabatan dengan China," katanya.
(ken/fay)










































