WikiLeaks pada Rabu (15/12/2010) merilis kawat rahasia dari Kedubes AS Canberra tertanggal Oktober 2008. Dalam kawat itu, ada pertemuan Wamenlu AS Bidang Politik Militer, Mark Kimmitt dengan Wakil Menlu dan Perdagangan Australia David Ritchie, serta Asisten Menlu Australia Bidang Asia Tenggara, Peter Woolcott.
Seperti dilansir smh.com.au, Ritchie mengungkapkan dengan bahasa blak-blakan bagaimana pendapat Australia terhadap para tetangganya. ""Ketidakstabilan yang berlanjut di Thailand, Filipina yang lumpuh, Timor Leste menjadi beban berkelanjutan, dan pemerintahan yang buruk di negara-negara Pasifik," kata Ritchie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasi di Indonesia, rekanan kawasan paling penting untuk Australia, sangat bagus. Yudhoyono yang Australia inginkan agar terpilih lagi, telah memberikan kerja sama kelas satu seputar pemberantasan terorisme," kata Woolcott.
Namun ada juga yang jadi catatan buruk. "Imigrasi ilegal lewat Indonesia meningkat," kata Ritchie menimpali.
Meski demikian situasi Indonesia dianggap lebih baik dari dua negara besar di Asia Timur yaitu China dan Jepang. China disebut paranoid, sedangkan Jepang dinilai pasif. Jepang jadi investor besar, tapi tidak bisa mempengaruhi negara target mereka.
(fay/nrl)











































