Perwakilan ini jumlahnya sekitar 15 orang. Mereka berasal dari berbagai cabang-cabang SPSI. Ada yang dari Subang, Cimahi, Purwakarta, Karawang, Bekasi hingga Jatim.
Dalam orasinya di depan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (15/12/2010), perwakilan ini akan diberi waktu 1 jam untuk berdiskusi dengan anggota Dewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari Cimahi tidak mau sia-sia pulang tanpa hasil, kami kasih satu jam untuk perwakilan kami," ancam orator dari Cimahi.
Hingga pukul 12.30 WIB, massa masih terus berdatangan. Mereka memenuhi pintu gerbang Gedung DPR. Sebelumnya demo ribuan buruh ini sudah menutup Jl Gatot Subroto arah Grogol tepat di depan Gedung DPR. Praktis pengendara bermotor yang biasa melintas di jalan protokol itu pun tidak bisa lewat.
Demonstran awalnya long march dari Hotel Sultan menuju DPR. Ada juga yang menumpangi Metro Mini, bus, dan truk. Masing-masing dari mereka mengenakan seragam buruh dari organisasinya. Demonstran dari SPSI mengenakan baju seragam biru merah. Sedangkan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mengenakan baju biru muda.
Demonstran juga membawa spanduk raksasa bertuliskan 'Wujudkan pekerjaan yang layak dan adil di Indonesia. Tuntutannya hapus revisi UU No 13 tahun 2003 dari daftar prolegnas tahun 2011, tekad kami bangkit bersama berjuang melawan penindasan'.
Spanduk raksasa itu lalu dipasang di pagar Gedung DPR. Beberapa demonstran memanjat pagar gedung untuk mengikatkan spanduk tersebut.
Sementara itu ratusan polisi sejak pagi sudah berjaga-jaga di sekitar lokasi. Mobil kawat berduri juga sudah disiapkan di luar Gedung DPR. Begitu juga dengan mobil watercannon sudah terparkir di halaman dalam Gedung DPR.
Massa buruh mulai berdatangan terus ke Gedung DPR. Massa yang tadinya hanya menutupi satu gerbang Gedung DPR, kini sudah memenuhi dua pintu gerbang Gedung DPR.
(mok/nwk)











































