Hujan Perlambat Perbaikan Jalan Petojo yang Ambrol

Hujan Perlambat Perbaikan Jalan Petojo yang Ambrol

- detikNews
Rabu, 15 Des 2010 11:22 WIB
Jakarta - Talut atau tanggul di Kali Siantar serta separuh Jalan Petojo di Jakarta Pusat ambrol pada Minggu (12/12) malam. Perbaikannya berjalan lambat lantaran terkendala oleh turunnya hujan.

Jalan yang ambrol itu berada di Jalan Petojo VIJ RT 002 RW 006 Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Menurut salah satu warga, Riko, yang rumahnya tepat berada di dekat Jalan Petojo yang ambrol mengatakan, proyek perbaikan jalan sejak semalam belum banyak dilakukan.

"Ini memang belum jadi ditimbun karena katanya secara teknis yang bagian bawah harus dipadati dulu, jadi tanah hasil kerukan selama ini dipadatkan untuk bagian bawah dan yang atasnya ditimbun dengan tanah baru," kata Riko, Rabu (15/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Selasa malam, menurut Riko, para pekerja perbaikan jalan hanya menimbun bagian bawah jalan saja. "Mungkin karena semalam hujan jadi tidak bisa mengerjakan banyak," sambungnya.

Berhubung hari ini cuaca cukup bersahabat, Riko berharap, para pekerja dapat bekerja lebih cepat. Karena jalan di depan rumah Riko lah yang paling parah, maka dia menginginkan perbaikan jalan dapat segera diselesaikan.

"Jadi karena hari ini panas, mungkin mereka baru melakukan. Kita harapkan secepatnyalah, yang terutama di depan rumah saya yang paling parah," sambung dia.

Pantauan detikcom, tim yang terdiri dari sekitar 20 orang sedang memadatkan bagian bawah pemancang agar bagian atasnya dapat segera dikerjakan. Salah seorang pekerja mengakui, hujan membuat perbaikan berjalan lambat. Dia berharap hari ini tidak hujan, sehingga perbaikan berlangsung lancar.

"Kita harap kalau sudah padat yang di bawah, yang di atas bisa dikerjakan dan jangan sampai hujan lagi," kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu.

Akibat ambrol, jalan tersebut ditutup sementara. Kendaraan pun dialihkan ke Jalan Siantar. Akibatnya, kondisi lalu lintas di jalan itu lebih padat.

Selasa kemarin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo menduga ambrolnya jalan karena diskontinuitas atau kondisi tanah yang tidak seragam. Meski begitu, Ery belum bisa memastikan apa penyebab asalnya sampai talut serta separuh jalan Petojo itu ambrol. Untuk menyelidiki penyebabnya, Dinas PU mengajak ahli tanah dan air dari ITB.

Untuk sementara, injakan yang ambrol akan dipadatkan dengan timbunan tanah agar warga bisa kembali beraktivitas normal. Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas PU DKI Jakarta, Fakhrurrazi, menjelaskan sebelum proyek ini dibangun tim kotraktor sudah memeriksa kondisi tanah

Fakhrurrozi menegaskan, pembangunan talut bernilai Rp 18 miliar ini akan jatuh tempo pada tanggal 15 Desember ini. Namun, dikatakan Fakhrurrazi kontraktor sebagai pihak yang menjalankan proyek ini akan terus melakukan pekerjaan termasuk perbaikan rumah warga.

"Jadi kita sudah buat perjanjian pada PT Rudi Jaya dan PT Graha selaku perusahaan yang menjalankan proyek ini agar bertanggung jawab, termasuk untuk perbaikan rumah warga yang rusak," paparnya.

Sementara itu, manajer operasional dari proyek ini, Sriyanto, mengatakan dirinya telah diminta menyampaikan pada atasannya terkait ambrolnya talut ini. Sriyanto berjanji akan mendata langsung rumah warga yang rusak akibat pembangunan talut tersebut.

"Bersama Dinas PU kita akan survei ke rumah-rumah warga yang menjadi korban. Kita akan siapkan materialย  dan dana untuk pembenahan rumah-rumah Anda," janjinya pada warga.

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads