"Sama saja bahayanya dengan yang lain. Anggap saja sama bahayanya dengan Noordin, Zuhri, dan lainnya," kata pengamat teroris Mardigu saat dihubungi detikcom, Rabu (15/12/2010).
Menurut Mardigu, kemampuan Umar Patek dan Zulkarnain sama dengan yang lainnya yakni bisa merekrut, merakit bom, dan mencari dana. Namun Umar Patek dan Zulkarnain lebih pemikir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, lanjut Mardigu, kedua buronan ini sangat susah diendus keberadaannya. Keduanya jarang berkomunikasi dengan jaringan mereka. Komunikasi mereka juga dengan sandi tertentu.
"Misalnya saja Ba'asyir yang menulis surat Densus melawan syariat Islam. Bagi orang biasa itu surat biasa. Tapi itu adalah pesan ke pendukungnya agar memberikan dukungan moral kepadanya dan segera rapatkan barisan," jelasnya.
Sebelumnya Densus 88 menangkap Abu Tholut di Kudus, 10 Desember 2010. Setelah Abu Tholut, 4 buronan teroris lainnya ikut ditangkap. Kelimanya pun kini sudah berada di rutan Mako Brimob Depok, Jawa Barat. (gus/ndr)











































