"Korban sekira 2 bulan 15 hari di penampungan dan tidak diurus lalu loncat dari tembok belakang penampungan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, saat ditemui di kantornya, Selasa (14/12/2010) malam.
Menurut Dodi, TKW asal Palu, Sulawesi Tengah itu mengalami luka parah di bagian kakinya akibat aksi melarikan diri dari penampungan. Bukan hanya Dihmawati, dua orang calon TKW satu kampung Wisran (29) dan Kuslimah (25), juga nekat untuk kabur dari penampungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi telah memeriksa seorang karyawan perusahaan. "Diperiksa 1 saksi Muhammad Kamarudin karyawan perusahaan," jelas Dodi.
Sebelumnya, Dihmawati kepada wartawan mengaku jika aksi kabur yang dilakukan dua orang temannya itu lantaran takut dengan pemberitaan yang kerap memuat nasib TKW di negeri orang.
"Saya takut lihat di tivi-tivi banyak penyiksaan TKW makanya saya mau kabur," kata Dihmawati.
Perusahaan penyalur tenaga kerja yang ditempati Dihmawati merupakan jasa penyalur yang pernah memberangkatkan Kikim Komalasari, TKW asal Cianjur yang tewas mengenaskan di Arab Saudi.
"Kita akan cek apakah jasa penyalur itu sudah di black list atau belum," jelas Dodi.
(ahy/van)











































