Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Sujarno mengatakan, ada ribuan senjata api yang belum ditarik dari masyarakat sipil. "Sekitar seribu lebih masih beredar," kata Sujarno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/12/2010).
Sujarno mengatakan, ribuan senpi itu kebanyakan dipegang oleh kolektor senjata api. Polisi terkendala melakukan penarikan karena pemegang senpi sudah pindah alamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Satuan Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya AKBP Didi mengatakan Polda Metro Jaya telah mengeluarkan 8.336 pucuk senpi di kalangan masyarakat. Sejak turunnya keputusan Kapolri pada tahun 2004 lalu soal penarikan senpi, Kepolisian baru menarik 55 persen saja dari 8.336 senpi tersebut.
"45 Persennya belum ditarik," kata Didi.
Didi mengungkapkan, polisi sendiri telah berupaya untuk menarik senjata tersebut. "Kita sudah berupaya mendatangi secaraย door to door dan surati," katanya.
Lebih jauh Didi membantah jika senpi yang beredar di kalangan sipil itu digunakan untuk kejahatan. "Nggak ada (digunakan kejahatan). Yang untuk kejahatan itu rakitan," katanya.
Karena kata dia, selama 3 tahun terakhir, Kepolisian telah mengevaluasi senjata-senjata yang beredar di kalangan masyarakat sipil itu. "Tidak ada senpi bela diri yang digunakan untuk perampokan. Cuma terjadi tahun 2008, Parto. Itu pun karena emosi, bukan tindak kejahatan," jelasnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya terus melakukan Operasi Sendak Jaya sejak 2 Desember 2010 lalu. Dari hasil operasi, Kepolisian telah menarik ratusan senjata api baik yang beredar di kalangan masyarakat maupun instansi.
"Jumlah senpi non organik TNI/Polri yang diperuntukkan bela diri yang telah habis masa berlakunya, telah berhasil ditarik sebanyak 79 pucuk," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar.
Adapun rinciannya adalah 53 pucuk senjata peluru tajam, 20 pucuk senjata peluru karet dan 6 pucuk senjata peluru gas.
Sementara itu, 52 pucuk senjata api berhasil ditarik dari kalangan instansi pemerintah maupun swasta yang habis masa berlakunya selama operasi tersebut. Polisi juga telah mengumpulkan 104 pucuk senpi yang beredar di kalangan masyarakat.
Dalam Operasi Sendak Jaya ini, polisi juga menyita petasan sebanyak 3.198 buah, granat nanas 3 buah, TNT 6 buah, detonator 4 buah, potasium 5 kilogram dan belerang 500 gram. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa magazin 5 buah dan amunisi berbagai kaliber sebanyak 636 buah.
(mei/nwk)











































