Satgas: Mafia Tambang Libatkan Konspirasi Penguasa dan Pengusaha

Satgas: Mafia Tambang Libatkan Konspirasi Penguasa dan Pengusaha

- detikNews
Selasa, 14 Des 2010 16:02 WIB
Satgas: Mafia Tambang Libatkan Konspirasi Penguasa dan Pengusaha
Jakarta - Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menyoroti aksi mafia tambang di Indonesia. Bukan rahasia umum para mafia tambang ini memiliki kekuatan yang besar. Mereka gabungan dari orang yang memiliki uang dan kekuasaan.

"Lebih dari itu, mafia hukum di bidang pertambangan merupakan konspirasi kuat antara pengusaha dan penguasa," kata Ketua Divisi Komunikasi dan Informasi Satgas, M Natsir Kongah, dalam siaran pers, Selasa (14/12/2010).

Satgas menjabarkan perihal mafia pertambangan ini yang aksinya sudah mengkhawatirkan di bumi Indonesia. Satgas menyoroti di wilayah pertambangan di Kalimantan. Mafia pertambangan bukan hanya sekadar illegal mining, juga bukan sekadar mafia hukum dalam lingkup sempit berupa krimininalisasi dan rekayasa kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Praktek Mafia ini telah terjadi secara massif dan serius dalam skala nasional yang mengakibatkan ketahanan ekonomi, energi, lingkungan hidup, hutan dan sosial di Indonesia semakin terpuruk," jelas Natsir.

Oleh karena itu, Satgas pun menyatakan perang kepada para mafia pertambangan. Tidak ada lagi kompromi terhadap praktek mafia hukum di bidang pertambangan. Satgas mengidentifikasi sejumlah praktek yang rawan dengan aksi mafia tambang.

"Praktek-praktek mafia hukum dalam bidang pertambangan antara lain: Penambangan Tanpa Izin (PETI), mafia Perizinan, KKN (Gratifikasi, suap dan pemerasan), penggelapan pajak dan royalti tambang, pungutan liar, tidak taat domestic market obligation (DMO), pembiaran pidana oleh penegak hukum (backing), bisnis terselubung oknum aparat penegak hukum, pendanaan pilkada, penyerobotan, tumpang tindih dan pemblokiran lahan, illegal export, konflik sosial budaya (adat) serta kerusakan lingkungan (AMDAL)," urai Natsir.

(ndr/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads