"Apakah tidak berani nanya Kombes? Apakah polisi sudah PNS atau masih militer? Apakah sistem berlaku sistem komando atau bagaimana? Kok takut bertanya kepada yang lebih tinggi. Kita sudah jadi masyarakat madani, kenapa takut bertanya? Kok takut bertanya?" ucap Haswandi panjang lebar ke salah satu saksi, mantan Kapolresta Tasikmalaya AKBP Suntana, di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (14/12/2010).
Mendapat sindiran itu, AKBP Suntana hanya diam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat potongan tersebut, saksi tidak berani bertanya ke Polda Jabar. Melainkan bertanya ke sesama Kapolres/Kapolwil. Mendapati jawaban yang sama, yakni dana dipotong, para perwira menengah itu
tidak protes ke pimpinan.
"Kenapa tidak menayakan? Pemotongan antar Polres tidak sama, kuitansi yang diterima tidak sama. Kenapa bapak-bapak bisa tumpul? Kami tidak bisa jawab, kami bukan paranormal. Kecuali kami mendatangkan Uya Kuya
di sini," seloroh Haswandi.
Agenda sidang Susno hari ini mendengar keterangan 6 Kapolres mantan bawahan Komjen Susno Duadji saat menjabat Kapolda Jabar. Keenam saksi itu yakni Kapolres Subang AKBP Sugiono, Kapolres Sumedang AKBP Erwin Faisal, Kapolres Tasikmalaya AKBP Suntana, Kapolres Sukabumi AKBP Rudi Antariksawan, Kapolres Bandung Tengah AKBP Muh Arif Ramdani dan Kapolres Majalengka AKBP Gagah Suseno.
(Ari/nwk)










































