Manajer Timnas: Lambang Garuda Memberikan Semangat Lebih

Manajer Timnas: Lambang Garuda Memberikan Semangat Lebih

- detikNews
Selasa, 14 Des 2010 10:41 WIB
Manajer Timnas: Lambang Garuda Memberikan Semangat Lebih
Jakarta - Beberapa hari belakangan ini, Gelora Bung Karno benar-benar menjadi medan heroik. Puluhan ribu penonton tak henti-hentinya menggelorakan teriakan 'Indonesia!' dan yel-yel kemenangan bagi Timnas Indonesia yang sedang menggulung Timnas negara lain dalam Piala AFF 2010.

Salah satu faktor prestasi ini karena pemakaian lambang negara  Garuda Pancasila di kostum Timnas. "Jelas dong, lambang burung Garuda memberikan semangat lebih," tegas Manajer Timnas Andi Darussalam saat berbincang dengan detikcom, Selasa (14/12/2003).

Semangat dukungan rakyat Indonesia ini tak pernah putus diteriakkan sepanjang permainan. Kecintaan terhadap Garuda Pancasila semakin menjadi ketika menyanyikan lagu 'Garuda di Dadaku' yang dipopulerkan oleh grup band Netral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihat sendiri hasil Timnas. Masa kayak gitu dibilang tidak ada pengaruh dari lambang Garuda," tegas Andi.   

Andi menyatakan itu guna menanggapi kritik pengacara publik David Tobing soal pemakaian lambang negara Garuda Pancasila yang menganggapnya menyalahi UU. Menurut Andi, Timnas menggunakan logo ini sudah dari zaman dahulu kala, sejak Indonesia diakui kiprahnya di dunia internasional.

"Sudah menahun. Sejak tahun 60-an. Jadi kalau sekarang bukan rekayasa, memang sejak dulu memakai lambangnya ya Burung Garuda. Tanya saja kepada pemain-pemain senior yang dulu berlaga," beber Andi.

Keseriusan David memepermasalahkan pemakaian lambang negara Garuda Pancasila di dada kaos Timnas Indonesia tidak asal omong. Siang ini David akan melayangkan gugatan kepada PSSI lewat meja hijau.

"Hari ini saya akan mendaftarkan gugatan citizen law suit (gugatan warga negara) terhadap PSSI ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar pada pertandingan semifinal kostum Timnas tidak memakai Lambang Negara," kata David.

Sementara itu, pihak PT Nike Indonesia selaku sponsor kaos tersebut belum bisa memberikan komentar terkait polemik ini. "Saat ini pimpinan masih membahas masalah ini," ujar PR PT Nike Indonesia, Dara Asvia, kepada detikcom.

(asp/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads