Arsyad Sanusi akan Tuntut Dirwan Mahmud Dugaan Pencemaran Nama Baik

Arsyad Sanusi akan Tuntut Dirwan Mahmud Dugaan Pencemaran Nama Baik

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 22:26 WIB
Arsyad Sanusi akan Tuntut Dirwan Mahmud Dugaan Pencemaran Nama Baik
Jakarta - Hakim Konstitusi, Arsyad Sanusi merasa nama baiknya dicemarkan karena pengakuan Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud kepada laporan tim investigasi. Arsyad juga tak ragu untuk menuntut Dirwan karena hal tersebut.

"Tolong pulihkan nama baik saya, saya akan tuntut Dirwan atas pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Saya taruhannya MA dan MK," ujar Arsyad kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (13/12/2010).

"Itu telah menyesatkan, membohongi publik, tidak pernah mengaku dihukum," sambungnya mengomentari latar belakang Dirwan.

Nama Neshawati, putri Arsyad, muncul dalam hasil investigasi dugaan suap hakim Mahkamah Konstitusi yang diketuai Refly Harun. Ia disebut menerima uang dan sertifikat dari Dirwan melalui perantara pamannya Zaimar.

Arysad mengatakan Dirwan pernah mendekam di rumah tahanan Salemba, Jakarta Pusat. Tetapi catatan kriminalitasnya tersebut tidak muncul dalam pencalonan bupati maupun ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. "Kami kejar dokumen putusannya, di kepolisian, kejaksaan, tidak ada, hilang. begitu hebatnya itu, kok tidak ada," ujar Arsyad.

Namun di penjara Salemba ternyata ada papan nama yang menyatakan Dirwan pernah di sana. Begitu pula kesaksian teman satu selnya. "Itu yang diyakini hakim Mahkamah," kata Arsyad.

Soalnya syarat untuk menjadi Kepala Daerah maupun Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah bebas catatan kriminalitas.

Menurut Arsyad, Dirwan berusaha mencari celah untuk mencari orang yang dekat dengan hakim konstitusi yang berujung ke putrinya, Neshawati Arsyad. Nesha mengaku pernah dua kali bertemu Dirwan. "Nesha nggak pernah cerita Dirwan ke apartemen, setelah kejadian ini baru saya tahu," katanya.

(fjr/mok)


Berita Terkait