"Saya melihat hal tersebut rawan konflik legitimasi. Ada problem dimana bupati dan walikota meragukan peran gubernur," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Hakam Naja kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/12/2010).
Menurut Hakam, gubernur sebaiknya dipilih langsung oleh rakyat. Jika penghematan yang dikehendaki, bupati dan walikota lah menurut Hakam yang dipilih oleh DPRD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, menurut Hakam, keinginan pemerintah untuk memperkuat posisi gubernur harus diimbangi dengan legitimasi yang cukup. Terlebih jika gubernur akan benar-benar ditempatkan sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.
"Apalagi nanti semua bupati dan walikota menyampaikan aspirasinya cukup sampai gubernur. Sehingga tidak capek-capek ke Jakarta," terang Hakam.
Langkah perkuatan gubernur sendiri dianggapnya hal yang positif. Gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pelaksanaan otonomi di tingkat provinsi.
"Jangan seperti sekarang, gubernur hanya jadi tukang potong pita saja," tandasnya.
(van/nwk)











































