"Saya bisa memahami yang dia sampaikan posisi dia terjepit, kasihan dia," kata Refly saat dihubungi detikcom, Senin (13/12/2010).
Refly bisa memahami kalau kemudian JR Saragih menyangkal kalau dirinya menyebut ada uang ke salah satu hakim MK senilai Rp 3 miliar, sesuai dalam pertemuan 22 September di Pondok Indah, Jaksel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Refly juga menepis apa yang disampaikan JR Saragih kalau tim investigasi tidak pernah menghubungi JR Saragih. SMS yang dia kirim kepada mantan kliennya dalam sengketa pemilukada Simalungun itu pun merupakan upaya kooperatif agar JR Saragih mau menemui tim.
"Saya harap dia nanti mengatakan hal yang sejujurnya di KPK. Saya kasihan dengan dia," tutupnya.
Dalam kasus dugaan suap di MK ini, santer terdengar adanya dugaan suap terkait kasus sengketa pemilukada Simalungun. Nama hakim yang disebut-sebut menerima uang dari JR Saragih yakni Akil Mochtar. Akil sudah membantah tudingan itu dan mengadukan Refly serta Saragih ke KPK.
Terkuaknya kasus ini pun berawal dari tulisan Refly Harun di Kompas yang berjudul 'Apakah MK Masih Bersih?'. Hingga kemudian Mahfud meminta Refly membentuk tim investigasi, membuktikan dugaan suap yang ditulisnya.
(ndr/ken)











































