Bupati Simalungun Mengaku Dirayu Refly Terkait Dugaan Suap di MK

Bupati Simalungun Mengaku Dirayu Refly Terkait Dugaan Suap di MK

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 17:01 WIB
Bupati Simalungun Mengaku Dirayu Refly Terkait Dugaan Suap di MK
Jakarta - Bupati Simalungun JR Saragih mengaku tidak pernah diperiksa tim investigasi internal MK terkait dugaan suap di lembaga itu. Dia justru mengklaim di-SMS Refly, ketua tim investigasi, untuk mengaku adanya suap di MK.

"Saya enggak pernah ketemu tim investigasi. Siapa pun belum pernah ketemu dengan saya. Saya di-SMS saja. Di-SMS-nya, merayu saya untuk mengakui. Dia rayu saya," jelas JR Saragih di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/12/2010).

Nama JR Saragih muncul menyusul keterangan Ketua MK Mahfud MD yang menyebut adanya dugaan suap dari Bupati Simalungun itu kepada salah seorang hakim MK. Mahfud menyampaikan itu dalam jumpa pers bersama tim investigasi pada 9 Desember. Tim investigasi tidak berhasil memeriksa JR Saragih, karena selalu menghindar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

JR Saragih juga menepis tudingan bahwa sopirnya, Purwanto, menyerahkan uang yang disebut-sebut berjumlah Rp 3 miliar, ke seorang perantara. Saragih kemudian meminta agar Purwanto berbicara.

"Tidak ada. Tidak pernah saya menerima uang. Katanya disuruh serahkan uang, ke Akil enggak pernah. Saya enggak pernah terima. Bohong itu, Pak. Enggak pernah saya terima," ujar Purwanto yang mendampingi Saragih.

Terkuaknya kasus ini berawal dari tulisan Refly Harun di Kompas yang berjudul 'Apakah MK Masih Bersih?'. Hingga kemudian Mahfud meminta Refly membentuk tim investigasi, membuktikan dugaan suap yang ditulisnya.

(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads