"Rencananya tadi pagi kami mau ke Polda dan Mabes Polri. Tapi saya mau minta petunjuk ke MK dan meminta hasil laporannya si Refly. Dan tadi saya minta," kata JR Saragih di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (13/12/2010).
Kedatangan JR Saragih ini pun sekaligus untuk memberi penjelasan kepada Mahfud terkait kasus dugaan suap di MK yang disebutkan melibatkan dirinya dan salah satu hakim MK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JR Saragih juga membantah adanya transaksi penyetoran uang dari dia ke salah satu hakim MK terkait sengketa pemilukada Simalungun.
"Jadi itu tidak benar. Itu tidak pernah terjadi. Tapi kalau saya beri honor ke Refly itu betul ada," tutupnya.
Dalam kasus dugaan suap di MK ini, santer terdengar adanya dugaan suap terkait kasus sengketa pemilukada Simalungun. Nama hakim yang disebut-sebut menerima uang dari JR Saragih yakni Akil Mochtar. Akil sudah membantah tudingan itu dan mengadukan Refly serta Saragih ke KPK.
Terkuaknya kasus ini pun berawal dari tulisan Refly Harun di Kompas yang berjudul 'Apakah MK Masih Bersih?'. Hingga kemudian Mahfud meminta Refly membentuk tim investigasi, membuktikan dugaan suap yang ditulisnya.
(ndr/nrl)










































