17 Orang Belum Ditemukan, Dikhawatirkan Tewas

2 WNI Tewas di Antartika

17 Orang Belum Ditemukan, Dikhawatirkan Tewas

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 15:52 WIB
17 Orang Belum Ditemukan, Dikhawatirkan Tewas
Wellington - Kapal penangkap ikan milik Korea Selatan tenggelam tiba-tiba di perairan Samudera Antartika. Lima korban tewas termasuk 2 warga negara Indonesia (WNI) telah ditemukan. Sedangkan 17 orang lainnya, hingga kini belum ditemukan. Mereka dikhawatirkan tewas.

Juru bicara Maritim Selandia Baru Ross Henderson mengatakan, kapal tersebut tiba-tiba tenggelam sehingga para kru tak sempat mengenakan pelindung dari dinginnya perairan Antartika.

Kapal 'Number One Insung' tersebut tenggelam hari ini sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Kapal yang mengangkut 42 orang itu tenggelam di sekitar 1.000 mil laut sebelah utara pangkalan McMurdo Antarctic, Selandia Baru.

Dari 42 orang yang berada di kapal tersebut, sebanyak 20 orang berhasil diselamatkan oleh kapal penangkap ikan lain yang kebetulan melintas di sekitar perairan Samudera Antartika. Namun 17 orang lainnya hilang.

Para penyelamat awalnya berharap mereka yang hilang tersebut bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Namun otoritas Selandia Baru menyatakan, dengan berjalannya waktu, tak ada kemungkinan mereka masih hidup. Sebab ke-17 kru tersebut hanya bisa bertahan di perairan yang sangat dingin itu selama sekitar 10 menit.

"Saat ini semakin mustahil ada korban selamat yang ditemukan," kata koordinator penyelamatan Dave Wilson seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/12/2010).

Operasi penyelamatan dikoordinir oleh badan Maritim Selandia Baru. Sebanyak lima kapal ikut membantu menemukan para korban yang hilang.

Tidak jelas apa yang menyebabkan kapal berbendera Korsel tersebut tenggelam. Menurut juru bicara Maritim Selandia Baru Ross Henderson, kapal tersebut tampaknya tenggelam dalam kondisi perairan yang tenang. Insiden itu diyakini terjadi secara mendadak sebab kapal itu tidak mengirimkan pesan darurat SOS.

"Saat ini kami tidak tahu apa yang menyebabkan kapal itu tenggelam," tutur Henderson.

"Tak ada komunikasi darurat ataupun tanda bahaya apapun, yang biasanya muncul dalam situasi seperti ini. Kami tidak tahu apa alasan untuk itu," tandasnya.

Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan, kapal tersebut mengangkut delapan warga Korsel, 11 WNI, delapan warga China, 11 warga Vietnam, tiga warga Filipina dan seorang warga Rusia.

Kelima korban yang telah dipastikan tewas adalah 2 WNI, 2 warga Korsel dan 1 warga Vietnam. Tidak jelas apakah WNI lainnya juga termasuk dalam korban yang hilang.

(ita/nrl)


Berita Terkait