Sidang pleno terbuka yang digelar di Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, berisi pandangan fraksi soal kedudukan Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditetapkan atau dipilih langsung. 6 Fraksi secara tegas setuju penetapan, namun FPD malah membahas soal masa jabatannya.
"FPD tidak keberatan Sultan dan Pakualam menjadi gubernur dan wagub seumur hidup," kata Juru Bicara FPD DPRD DIY Agung Prasetyo saat membacakan sikap fraksi. Pernyataan ini langsung disambut 'huuuuu' panjang dari warga Yogyakarta yang masih berkumpul di halaman kantor DPRD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ribuan warga yang mendengarkan sidang pleno melalui pengeras suara di halamam Kantor DPRD kemudian tampak kasak-kusuk berbicara dengan rekan-rekan mereka. Sejumlah warga menilai pernyataan FPD DPRD DIY itu tidak jelas.
"Wah, ra jelas kuwi (wah, nggak jelas itu)," kata salah satu pendemo yang memakai surjan dan blangkon. Pendapat itu diamini oleh teman-teman yang ada di kanan-kiri warga Yogyakarta itu.
Hingga pukul 15.15 WIB, sidang pleno terbuka diskors beberapa saat. Setelah itu, DPRD DIY akan memberikan sikap resmi terkait kedudukan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. (ken/nrl)











































