Mendagri Mau Temui Perangkat Desa, Tapi Minta Baju Mereka Dipunguti Dulu

Mendagri Mau Temui Perangkat Desa, Tapi Minta Baju Mereka Dipunguti Dulu

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 13:44 WIB
Mendagri Mau Temui Perangkat Desa, Tapi Minta Baju Mereka Dipunguti Dulu
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi bersedia menerima perwakilan ribuan perangkat desa yang menuntut diangkat jadi PNS di depan kantornya. Namun, Gamawan minta agar pengunjuk rasa lebih dulu mengambili baju dinas mereka yang sebelumnya dilemparkan ke Kemendagri sebagai bentuk protes.

"Perwakilan 5 orang akan ditemui oleh menteri. Tapi syaratnya, baju-baju yang dicopot ini diambil semua," kata koordinator para perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Lubedi Rosidi, melalui pengeras suara, Senin (13/12/2010).

Lubedi mengatakan, selain agar ratusan baju yang berserakan di gerbang Kemendagri itu dipunguti, Gamawan juga minta peserta aksi berpindah ke Monumen Nasional (Monas) selagi dialog berlangsung. Hal itu mengingat Jl Medan Merdeka Utara di depan Kemendagri tidak bisa dilalui kendaraan karena dipenuhi massa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PPDI dipersilakan masuk ke Monas, supaya tidak mengganggu lalu lintas. Kalau nggak begitu menteri nggak mau menemui kita," kata Lubedi yang merupakan Kaur Desa Kalikangkung, Kecamatan Tarub, Tegal, Jawa Tengah, ini.

Dikatakan pria berperawakan kurus tersebut, pertemuan dengan Mendagri akan dimulai pukul 14.10 WIB. Karena itu, ia meminta rekan-rekannya untuk segera 'membersihkan' Kemendagri dari baju-baju dinas perangkat berwarna cokelat itu.

"Demi memperjuangkan nasib kita, sebaiknya teman-teman ambil baju semua. Pukul 16.00 WIB kawan-kawan kembali lagi ke sini, mungkin sudah ada hasilnya," pinta Lubedi.

Pantauan detikcom, ribuan perangkat desa itu menuruti perintah Lubedi. Dengan bertelanjang dada, mereka beramai-ramai memunguti baju yang sebelumnya dilemparkan ke kompleks Kemendagri.

Sejumlah polisi dan petugas keamanan dalam Kemendagri tampak menjaga aksi demo. Namun, mereka tidak terlihat ikut membantu para perangkat itu memunguti baju. Baju-baju itu tidak segera dipakai kembali. Sebagian bahkan ditumpuk begitu saja di trotoar dan dijadikan alas untuk tiduran.
(irw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads