Jika Nasdem Bermetamorfosa Jadi Parpol

Jika Nasdem Bermetamorfosa Jadi Parpol

- detikNews
Senin, 13 Des 2010 09:46 WIB
Jika Nasdem Bermetamorfosa Jadi Parpol
Jakarta - Nasional Demokrat (Nasdem) bukan seperti ormas pada umumnya. Mengapa? Karena nuansa politiknya sangat terasa. Bagaimana jika Nasdem bermetamorfosa dari ormas menjadi parpol?

"Keuntungan kalau Nasdem menjadi parpol tentu akan lebih jelas jenis kelaminnya. Karena selama ini publik ada yang bertanya-tanya, apakah betul ormas atau ada intensi jadi parpol. Kalau bermetamorfosa, setidaknya jelas," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom,Β  Senin (13/12/2010).

Dijelaskan dia, anggota Nasdem memang ada yang berasal dari nonpolitik, misalnya saja dari akademisi. Meski begitu, anggota dan perilakunya kentara politik sehingga mirip dengan parpol. Menurut Burhanuddin, hal ini merupakan strategi Nasdem, yakni menampilkan ormas sambil menjajaki menjadi parpol.

"Mutasi menjadi parpol tergantung pada sosialisasi. Kalau sosialisasi kurang sukses, kalau popularitasnya tidak nendang, elite-elite yang ada di Nasdem akan menunda berubah jadi parpol," ucap pria berkacamata ini.

Bila bermetamorfosa menjadi parpol, akan menjadi ancaman bagi suara parpol lainnya, terutama Golkar. Karena dilihat dari infrastrukturnya, didominasi oleh elite Golkar. Meskipun tidak dipungkiri ada elite partai lain yang menjadi anggota Nasdem.

"Kalau bermutasi, tentu elite-elite partai lain akan kembali ke kandang masing-masing. Namun jika menjadi parpol, loyalis Surya Paloh dan Sultan akan ikut ijtihad Paloh dan Sultan. Suara Paloh lumayan besar dan Sultan lumayan mengakar," tutur dia.

Burhanuddin menilai, jika bermetamorfosa sekarang, saatnya belum tepat. Nasdem perlu mempergencar sosialisasi, jaringan dan pembentukan sejumlah infrastruktur. Usia Nasdem juga masih muda, dan terlalu dini jika berubah menjadi parpol.

"Kata Surya Paloh, sementara popularitas dan simpati publik belum diberikan, sama saja bunuh diri. Bukan persoalan mudah dan murah. Kalau terlalu dini mengubah jati diri jadi
bumerang buat Nasdem," terang dia.

Sisi positif jika memutuskan berubah menjadi parpol, seperti disebut di muka, jenis kelamin Nasdem menjadi jelas. Meski begitu, ada harga yang harus dibayar. Misalnya saja hengkangnya aktivis Nasdem yang committed karena sebelumnya Nasdem adalah ormas, termasuk aktivis parpol.

"Karena ormas, maka mereka yang dari berbagai partai bisa gabung. Tapi saat berubah jadi parpol, kerugiannya mengurangi eksponen karena mereka (yang dari berbagai parpol) harus menjaga jarak. Bisa saja saat ormas anggotanya banyak, tapi saat jadi parpol menyusut," jelas Burhanuddin.

Usai deklarasi pengurus Nasdem DKI Jakarta hari Minggu (12/12) kemarin, Surya Paloh mengatakan, kemungkinan Nasdem menjadi partai politik diserahkan kepada kadernya. Kalau sudah yakin menang pemilu, dirinya mempersilakan Nasdem menjadi parpol di pemilu 2014.

"Kalau tidak yakin, jangan jadi (parpol). Karena partai sudah banyak. Jika ada desakan masyarakat, jika yakin bisa menang pemilu, Nasdem akan jadi parpol," ucap Paloh.

(vit/nrl)


Berita Terkait