Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memastikan suara gemuruh itu berasal dari suara guntur atau petir dan bukan dari gejolak Merapi.
Sejumlah pembaca detikcom lewat Info Anda dinihari tadi mempertanyakan gemuruh itu. Misalnya Tony Purniawan. "Sudah hampir sekitar 1 jam yang lalu kami mendengar suara gemuruh lumayan keras dan frekuensinya sering," tulisnya. Info serupa disampaikan oleh Pomphy. Keduanya khawatir gemuruh itu berasal dari Merapi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah kami informasikan kalau suara yang didengar warga hanyalah guntur, bukan gemuruh Merapi," tutur Kusmiyati saat dihubungi detikcom, Senin (13/12/2010).
Ia menambahkan bahwa 3 hari ini daerah kawasan Gunung Merapi memang diguyur hujan berintensitas rendah, yaitu 15,5 milimeter/jam yang tidak menimbulkan bahaya banjir lahar dingin. Ada guguran kecil dari puncak Gunung Merapi namun masih dalam hitungan normal.
Sementara itu, pagi hari ini pukul 08.30 WIB, secara visual Gunung Merapi tidak nampak karena tertutup kabut tebal. Status Merapi saat ini telah turun dari Awas menjadi Siaga.
(feb/nrl)











































