Herry menjelaskan, pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukannya memiliki sebuah substansi roh kebangsaan, roh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Pengibaran bendera Merah Putih memiliki sebuah substansi roh kebangsaan, roh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Artinya bahwa apapun polemik keistimewaan Yogyakarta, hati dan pikiran kita tetap dalam kerangka pemikiran kebangsaan dan NKRI," ujar Herry kepada detikcom saat dihubungi, Senin (13/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan bendera setengah tiang dilakukan pagi tadi di kediamannya, kampung Golo, Kota Yogyakarta. Penurunan dilakukan Herry dengan ritual khusus, dengan memakai baju adat Jawa serba hitam.
Sebelum menurunkan bendera ke posisi setengah tiang, Herry hormat lebih dulu ke arah bendera. Setelah itu, dia pun mencium ujung bendera yang sudah berada di posisi setengah tiang. Selain itu, Herry juga membacakan sebuah puisi berjudul 'Jangan Lukai Merah Putih'.
(feb/lrn)










































