Polisi Sempat Salah Alamat Saat Tangkap Sukirno di Jombang

Polisi Sempat Salah Alamat Saat Tangkap Sukirno di Jombang

- detikNews
Minggu, 12 Des 2010 15:10 WIB
Polisi Sempat Salah Alamat Saat Tangkap Sukirno di Jombang
Jombang - Polisi menangkap Sukirno, yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme. Menurut warga warga Dusun Besuk, Desa Curahmalang, Kabupaten Jombang, sebelum menangkap Sukirno, polisi sempat salah alamat.

Adalah Heni (30), warga yang berjarak 3 rumah dari kediaman Sukirno. Petugas menanyakan apakah ada orang yang bernama Sukirno di rumah Heni. Heni yang merasa tak punya kerabat bernama Sukirno langsung menunjuk rumah tetangganya yang dikenal tertutup itu.

"Saya tidak curiga. Ketika mereka tanya apakah kerabat saya ada yang bernama Sukirno, saya menjawab tidak ada. Tapi saya kemudian menunjuk rumah Sukirno. Saya pikir itu temannya," kata Heni kepada detik.com di depan rumahnya di Dusun Besuk, Desa Curahmalang, Minggu (12/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heni mengatakan selama ini, Sukirno sering menerima tamu. Tapi tamu yang datang bertandang ke rumah Sukirno bukan penduduk sekitar. "Saya kira itu temannya. Selama ini banyak yang bertamu ke rumahnya," tuturnya.

Hal senada dikatakan Mujian, salah satu tetangga Sukirno melihat ada 7 orang yang datang dengan mobil dan sepeda motor. Mereka lalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam di rumah sederhana itu.

"Ternyata Sukirno yang membuka pintu. Tanpa basa basi mereka membawa Sukirno," ungkap Mujian.

7 orang itu kata Mujian, tidak menggunakan pakaian khusus. Tidak terlihat senjata api atau apapun. "Mereka menggunakan baju preman. Tidak ada senjata api apapun," tandasnya.

Sukirno (45), terduga teroris yang terlibat pelatihan militer di Aceh dan perampokan Bank CIMB Niaga di Medan. Dia ternyata ditangkap di Jombang, Sabtu (11/12/2010) sore. Penggerebekan rumah di Tegal menjadi awal dari tertangkapnya Sukirno.

(wln/fay)


Berita Terkait