Belanda Reorganisasi Jaringan Kedubesnya

Laporan dari Den Haag

Belanda Reorganisasi Jaringan Kedubesnya

- detikNews
Minggu, 12 Des 2010 16:00 WIB
Belanda Reorganisasi Jaringan Kedubesnya
Den Haag - Kebijakan reorganisasi jaringan diplomatik Belanda di seluruh dunia itu disampaikan Menlu baru Belanda, Uri Rosenthal, dikutip detikcom dari Volkskrant, Minggu (12/12/2010).

"Kebijakan luar negeri adalah demi Belanda dan untuk rakyat Belanda," ujar Menlu dari partai VVD itu.

Karena pergeseran-pergeseran ekonomi, Rosenthal melihat kemungkinan-kemungkinan untuk kebijakan baru yang menguntungkan perusahaan dan warga Belanda, terutama ke arah Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal kepentingan Belanda, Rosenthal yang mengaku sebagai seorang realis, menjelaskan bahwa paling utama harus berkontribusi pada stabilitas dan keamanan dunia. Itu terkait kesejahteraan dan kesempatan kerja untuk warga Belanda di dalam dan luarnegeri.

"Itu dua pilar terpenting di bawah kebijakan saya. Pilar ketiga adalah Hak Asasi Manusia (HAM)," terang Rosenthal.

Mengenai kebijakan terhadap Cina, Rosenthal berpendapat harus ada keseimbangan. "Sudah menjadi kebiasaan bahwa otoritas Belanda mengunjungi Cina untuk meminta perhatian atas masalah-malasah HAM. Sementara itu sudah terang-benderang bahwa pergeseran ekonomi juga menggeser perimbangan kekuatan," papar Rosenthal.

Menurut Rosenthal, angka pertumbuhan ekonomi negara-negara seperti Cina dan Korea Selatan pada kisaran 10% itu jauh di atas pertumbuhan negara-negara Eropa.

"Itu kita tidak bisa menutup mata. Artinya kita sekurangnya berbalik dari sekutu tradisional kita, seperti AS dan NATO," ucap Rosenthal, yang sebelumnya Guru Besar Ilmu Administrasi pada Universitas Leiden.

Lanjut Rosenthal, pergeseran hubungan global berpengaruh atas cara-cara pembagian pos luarnegeri Belanda. Dia akan mendorong diplomasi ekonomi dan menurut dia juga harus ada perubahan mentalitas.

"Per tradisi kedubes-kedubes melihat peran mereka lebih ke politik. Lantas dikatakan, oh ya, kan ada Atase Perdagangan. Itu semua harus berubah. Era politik adalah politik dan ekonomi adalah ekonomi sudah lewat. Itu sekarang saling bergeser satu sama lain. Kita harus sepenuhnya memanfaatkan jaringan kedubes untuk memajukan perdagangan dan mengawasi ketat arus barang-barang strategis ke Belanda," tegas Rosenthal.

Konsekuensinya, lanjut Rosenthal, akan ada kedubes Belanda yang ditutup, diperkecil, diperkuat dan mungkin juga dibuka kedubes baru. Pelayanan kepada warga negara Belanda di luarnegeri juga akan semakin ditingkatkan. Konsuler diperkuat.

"Dan kita juga akan kritis terhadap kementerian. Kita menginginkan organisasi yang ramping dan efisien. Saya letakkan penekanan pada penguatan 'luar rumah', pada kedubes. 'Dalam rumah' di kementerian, kita harus seminimal mungkin membelanjakan uang pajak," demikian Rosenthal.

(es/es)


Berita Terkait