Uji coba terhadap 17 unit tank baru digelar di Pusat Latihan Tempur, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (12/12/2012). Kegiatan berupa simulasi perang laut itu Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno, dan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin.
"Saya puas uji fungsi ini berhasil, semoga tank ini menjadi kebanggaan Korps Marinir," ujar Menhan Purnomo sebegaimana disampaikan melalui surat elektronik yang redaksi detikcom terima dari Dispen TNI AL pada Minggu (12/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tank amfibi BMP-3F merupakan kendaraan lapis baja terbaru produksi Rusia. Kemampuan manuver laut tank ini mengalami penyempurnaan dibanding generasi sebelumnya dengan penambahan snorkel, perbaikan tameng di kubah untuk menahan ombak dan gelombang air laut agar tank tetap stabil menuju serbuan pantai.
Konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet). Terdiri dari meriam, peluncur roket berkaliber 100 mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan mitraliur berkaliber 7,62 mm.
Penggabungan ini memungkinkan prajurit awak tank dapat memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan situasi dan kondisi serta medan tempur. Konstruksi (chasis) yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain mudah perawatannya dan efisien pemeliharaannya
Bobot BMP-3F kurang lebih 18,7 ton, panjang 8 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter, kapasitas 10 prajurit yang terdiri dari 3 awak tank dan 7 awak senjata. Kecepatan di medan air dan berlumpur 45 km/jam, 70 km/jam, di jalan raya 10 km/jam, dan mampu berjalan mundur dengan kecepatan 20 km. Sedangkan kemampuan jelajah 600 km, di lumpur 12 km dan daya jelajah di air 7 jam.
(rdf/lh)