"Apapun langkah Mas Prabu, persahabatan dan kekeluargaan kami tidak terputus. Pisah politik itu kan bukan pisah silahturahim," ujar Wasekjen PD, Ramadhan Pohan, melalui telepon, Sabtu (11/10/2010).
Dia menegaskan, PD selalu terbuka bagi siapa saja untuk bergabung. Termasuk bagi Prabukusumo yang tiga hari mengundurkan diri dengan alasan perbedaan pandangan menanggapi wacana pemisahan jabatan Gubernur DIY dari Sultan yang pemerintah usulkan kepada DPR melalui draft RUU Keistimewaan Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peluang politik Mas Prabu ke depan itu semua pilihan yang bersangkutan. Kemungkinan pindah haluan itu urusan private Beliau, kami tentu tidak bisa intervensi atau mengarah-arahkan," papar anggota Komisi I DPR itu.
Menyusul polemik mengenai usul pemerintah untuk pemisahan jabatan Gubernur-Wagub DIY dari duet Sultan-Paku Alam, Prabukusumo memilih mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD PD DIY sekaligus meninggalkan PD. Dia menilai perubahan dari sistem penetapan yang selama ini berlangsung menjadi pemilihan, merupakan pengingkaran terhadap kontribusi ayahandanya, Sultan Hamengkubowono IX, bagi berdirinya NKRI.
Perlu diketahui, dalam Pemilu 2009 lalu, PD meraih kemenangan telak di DIY. Kemenangan tersebut tidak lepas dari sepak terjang Prabukusumo selaku kerabat Kraton Yogyakarta.
(lh/aan)










































