Delay ini menimpa jamaah kloter 27A Jakarta-Garuda (JKG). Kloter yang terdiri dari 451 jamaah itu awalnya dijadwalkan terbang ke tanah air pukul 16.00 waktu Arab Saudi, Jumat (10/12/2010). Namun kemudian jadwal terbang dimundurkan menjadi pukul 23.00.
Ketua Rombongan 5 Kloter JKG 27A Zainun Kamal mengatakan, atas keterlambatan tersebut jamaah diberi dua opsi oleh Garuda yakni kembali ke hotel sambil menunggu penerbangan atau ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kompensasi atas delay tersebut, jamaah meminta agar diberi sedikit kelonggaran dalam barang bawaan terutama zam-zam.
"Kita terima saja kalau harus delay, sabar. Insya Allah jadi haji mabrur," kata Maryamah, jamaah asal Cilandak Jakarta Selatan.
Kepala Sektor Bandara Warih Setiawan menyatakan untuk ini dijadwalkan 10 kloter terbang pulang lewat Bandara AMAA. Kesepuluh kloter itu yaitu JKS 56, JKS 57, JKS 58, JKG 27A, SUB 52, SUB 53, JKG 28, SUB 55, SUB 54, dan BTH 20.
"Yang tadi pagi hingga jadwal terbang pukul 14.00 lancar. Tapi mulai yang jadwal 16.00 delay," kata Warih.
Warih menyesalkan pihak Garuda kurang koordinasi mengenai delay tersebut. Kalau Garuda koordinasi lebih awal jamaah sebenarnya bisa menunda pemberangkatan ke bandara. "Garuda harus memberi kompensasi pada jamaah," kata Warih.
Sementara Duty Manager Garuda Madinah Bambang Suwito Adji meminta maaf atas terjadinya delay tersebut. Delay terjadi, katanya, karena India sedang latihan penembakan rudal sehingga melarang area udaranya dilewati untuk sementara.
"Pemerintah India menentukan tidak boleh lewat wilayah itu karena berbahaya, takutnya salah sasaran. Kita aman dululah yang penting," kata Bambang.
Bambang menyatakan kemungkinan ada tiga kloter yang harus mengalami delay yakni JKG 27A, SUB 52 dan SUB 53.
"Insya Allah besok sudah tidak. Kalaupun ada semoga tidak sampai lama," kata Bambang.
Sebagai kompensasi atas delay tersebut, Garuda menyediakan makan siang dan makan malam untuk jamaah. Mengenai permintaan agar diberi kelonggaran barang bawaan, Bambang menolaknya. "Kita ikuti SOP-nya saja," kata Bambang.
Bambang juga membantah pihaknya tidak memberikan laporan tentang delay tersebut kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Namun bila dikeluhkan, Bambang berjanji akan memperbaiki koordinasi yang ada. (iy/irw)











































