"China dalam posisi memiliki pengaruh kuat atas tindakan dan perilaku Korut," kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs kepada wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/12/2010).
"Kami yakin bahwa mereka harus menggunakan pengaruh mereka di negeri itu untuk menstabilkan wilayah tersebut," imbuh Gibbs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berada di Tokyo, Jepang, Mullen sempat melontarkan kecaman terhadap Korut dan China. Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS itu mencetuskan, ketegangan di wilayah Asia sebagian besar disebabkan "perilaku sembrono rezim Korut yang dimungkinkan oleh teman-teman mereka di China."
Serangan artileri Korut ke Pulau Yeonpyeong, Korsel bulan November lalu menewaskan empat orang. Keempatnya adalah dua warga sipil dan dua marinir Korsel.
Serangan tersebut memicu tembak-menembak artileri yang merupakan salah satu konfrontasi paling dramatis antara kedua pihak sejak perang Korea berakhir tahun 1953.
Deputi Juru Bicara Gedung Putih Bill Burton mengatakan, Presiden Barack Obama marah atas serangan itu. Obama bertekad untuk membela Korsel, salah satu sekutu penting Amerika di kawasan Asia. Obama juga menyampaikan belasungkawa bagi para korban di Korsel.
(ita/nrl)











































