Partai Demokrat Persilakan Adik Sultan Kembali

Partai Demokrat Persilakan Adik Sultan Kembali

- detikNews
Jumat, 10 Des 2010 14:00 WIB
Jakarta - Partai Demokrat menyesalkan pengunduran diri adik Sultan HB IX, Prabukusumo, dari kepengurusan DPD Partai Demokrat (PD). Namun bila Prabukusumo berubah pikiran, partai ini pun mempersilakannya kembali berkiprah di PD.

"Kalau ingin kembali, PD terbuka. Dia kan masuk dengan kesadaran sendiri, keluar tanpa konfirmasi," ujar Ketua FPD DPR, M Jafar Hafsah, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/12/2010).

Menurut Jafar, kepergian adik Sultan terlalu tergesa-gesa. Sebab, hingga saat ini belum ada kesepakatan terkait keistimewaan DIY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sesalkan Prabu keluar karena apa yang kita diskusikan tentang RUU tersebut belum final. Kenapa mesti keluar hanya karena tidak sesuai pendapat dengan PD," terang Jafar.

Padahal, menurut Jafar, RUU tersebut belum final. Drafnya saja hingga kini belum sampai DPR. "Apalagi masih akan dibahas dan bisa diperjuangkan di DPR," papar Jafar.

Jika adik Sultan memutuskan kembali ke PD, Jafar mengharapkan Prabu lebih arif dan tidak mudah terprovokasi. "Prabu harusnya lebih arif, tidak ada yang mengancam DIY. Makanya kita harus dapat formula yang seyogianya," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustofa menyatakan PD akan menyiapkan pelaksana tugas untuk mengantikan Prabukusumo. "Saat ini belum ada ketua DPD-nya. Kita akan segera siapkan plt-nya, sudah ada beberapa kandidat," katanya.

Namun Saan enggan mengatakan siapa saja calon-calon yang telah disiapkan menjadi plt ketua DPD PD DIY. "Itu nanti, yang jelas sudah ada," katanya.

Rabu (8/12) lalu, Prabu menyatakan mundur sebagai ketua DPP PD DIY dan sebagai anggota PD. Iming-iming jabatan gubernur utama yang ditawarkan pada Sultan melalui draf RUU Keistimewaan DIY yang dikeluarkan Kemendagri hanya omong kosong. Posisi itu diibaratkannya seperti macan ompong.

Prabu mengaku sempat tersinggung dengan perkataan politisi Demokrat Ruhut Sitompul dan Amir Syamsuddin yang mengatakan di Yogya tidak akan bisa rakyat jelata menjadi gubernur. Hanya darah biru saja yang bisa menjadi gubernur.

Dia pun mengaku kecewa tidak diberitahu adanya pemanggilan sejumlah pengurus DPD DIY ke Cikeas. Padahal sebagai Ketua DPD, harusnya dia diberi tahu dan diajak.

(nal/vta)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads