"Iya, sabar ya, sedang koordinasi dahulu," kata seorang sumber detikcom di Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) saat ditanya apakah benar Abu Tholut ditangkap di Kudus, Jumat (10/12/2010).
Sebelumnya Kapolri Jenderal Timur Pradopo masih akan mengecek kabar penangkapan buron teroris yang diduga terlibat dalam perampokan CIMB Niaga Medan tersebut. "Masih dicek. Saya belum tahu persis. Masih didalami. Nanti kita beritahu," kata Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu Tholut juga pernah menjadi Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah di Poso (2000-2002), sebelum kemudian diserahkan kepada Nasir Abas, yang kini menjadi pengamat terorisme. Abu Tholutlah orang yang melaporkan kepada Abu Bakar Baa'syir siapa saja yang lulus dalam pelantikan JI.
Abu Tholut juga dinilai memiliki keahlian berbahaya lebih daripada Dulmatin ataupun Noordin M Top. Dengan pengalamannya, Abu Tholut pernah membangun laboratorium bom. Pada tahun 2003 dia pernah disergap di Semarang dan telah memiliki laboratorium bom. Dia juga saat itu diketahui memiliki senjata M 16.
Abu Tholut disebut-sebut juga terkait dengan aksi perampokan Bank CIMB Niaga Medan pada 18 Agustus lalu. Namanya disebut-sebut oleh para tersangka perampokan yang ditangkap polisi.
(gus/ndr)











































