Wakil Kepala Daerah Kerja Bidang Kesehatan Madinah Mawari Edy menyatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kematian. Salah satunya dengan mengubah pola pikir perawatan jamaah haji.
Edy memberikan pengarahan kepada petugas kloter agar menyegerakan membawa jamaah yang sakit ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) daripada dirawat sendiri di sektor. Di Makkah, sebelumnya, jamaah sakit dirawat di sektor terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edy menjelaskan, 46 jamaah yang wafat di Madinah terdiri dari 28 jamaah wafat pra ibadah Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina) dan 18 jamaah wafat pasca Armina.
Pasca Armina terjadi peningkatan jumlah jamaah haji yang wafat terlebih dalam minggu ini yang menjadi puncak jamaah haji Indonesia di Madinah.
Tim kesehatan Madinah juga serius mengantisipasi kasus H1N1 menyusul meninggalnya seorang jamaah embarkasi Solo akibat penyakit tersebut. Tim segera merujuk pasien dengan gejala peneumonia ke RS King Fahd.
"Dari 7 orang yang kita bawa ke King Fahd, satu orang dinyatakan positif yang meninggal itu. Empat orang dinyatakan negatif. Dua orang lagi mudah-mudahan juga negatif," kata pria berkaca mata itu.
Tim kesehatan Madinah juga melakukan pemeriksaan suhu badan terhadap jamaah yang akan pulang ke tanah air. Terhadap jamaah yang suhunya di atas 38 derajat celsius akan diberikan tamiflu dan dimonitoring secara ketat.
(iy/her)











































