"Kami bawa mobil itu baik-baik dari kantornya di Jakarta Selatan," kata seorang karyawan frelance PT Oto Multiartha, Efendi Saragih kepada wartawan di pelataran ruko Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Kamis (9/12/2010).
Menurut Efendi, penumpang mobil itu sendiri menandatangani surat penyitaan yang diberikan leasing. "Dia tanda tangani kok suratnya, berarti kita meminta baik-baik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai perjanjian, kalau nunggak, kita sita barangnya," cetusnya.
Namun, entah bagaimana, mobil tersebut sudah berpindah tangan ke pihak ketiga.
"Yang pegang mobil sekarang namanya Roli Patrawijaya, kalau tidak salah. Nggak tahu orang FBR atau bukan," jelasnya.
Namun, Efendi tidak mengetahui persis, siapa yang diturunkan dari dalam mobil tersebut. "Saya nggak tahu kalau itu. Kan yang ambil bukan saya, tapi teman saya," katanya tanpa menyebut nama temannya itu.
Efendi juga tidak mengetahui mengapa tiba-tiba FBR menyerang ke kantornya. "Tahu-tahu, sudah ada ratusan FBR yang datang kemari sambil teriak-teriak," ujarnya.
Melihat hal itu, Efendi dan beberapa teman-temannya yang lain berlari ke lantai 2. "Ada banyak perempuan malah di sini," katanya.
Efendi membantah jika pihaknya menyerang anggota FBR dengan senjata tajam."Kita yang diserang kok. Mana ada senjata," imbuhnya. (mei/mpr)











































