"Sudah lima hari belum ditemukan, padahal besok kami pulang," kata Ketua Kloter 11 BDJ Ahmad Hijazi saat melapor di Kantor Haji Indonesia Madinah, Kamis (9/12/2010).
Takeyanie terpisah dari kloternya usai melaksanakan salat Isya di Masjid Nabawi,ย Sabtu (4/12/2010) lalu. Saat itu jamaah dengan paspor V202350 itu meninggalkan tiga kerabatnya yang sedang berbelanja di pertokoan di dekat hotelnya, Retaj Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam itu juga Takeyanie segera dicari di sekeliling hotel, namun pria berusia 62 tahun tersebut tidak ditemukan.
"Dua hari setelah hilang ia sempat menelepon keluarga di Indonesia dan mengatakan kalau dia hilang. Tapi sekarang teleponnya sudah tidak aktif," kata Ahmad.
Saat terakhir sebelum hilang Takeyanie memakai jaket hitam, celana hitam, peci hitam dan surban warna abu-abu yang dikalungkan di leher.
"Ia juga bawa tas paspor yang isinya ada uang sekitar Rp 15 juta," jelas Ahmad.
Takeyanie sedang berduka saat berangkat haji. Sang istri yang direncanakan berhaji bersamanya meninggal dunia saat menjelang berangkat ke tanah suci. Namun Ahmad yakin Takeyanie tidak mengalami gangguan jiwa.
Sebelumnya saat di Makkah, Takeyanie juga pernah dua hari hilang.
(iy/gah)











































