"Tidak fair kalau itu dipersoalkan karena itu hak Sultan," ujar Hemas dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2010).
Permintaan serupa, menurut Hemas, semamakin tidak tepat lantaran diucapkan ke media. Seharusnya yang bersangkutan menyampaikan dorongan tersebut kepada Sultan secara langsung.
"Nek (kalau) itu nanyanya sama Sultan. Kalau saya (jadi Sultan) maunya mundur semuanya," papar Hemas yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ini.
Hemas menuturkan, keberadaannya di DPD juga sebagai bentuk kepercayaan warga
Yogyakarta. Sebesar itulah kepercayaan warga Yogya kepada Kesultanan.
"Saya di DPD tidak menggunakan partai politik. Jangan menyatakan saya berpolitik, walaupun 80 persen masyarakat Yogya memilih saya," ujarnya.
Hal ini disampaikan Hemas menanggapi permintaan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan agar Sultan mundur dari panggung politik. Sultan diminta mundur agar menjaga kesakralannya sebagai simbol Yogyakarta yang independen.
Partai Golkar juga tak masalah Sultan mundur. Sebab, Sultan sudah bukan pengurus Golkar aktif lagi.
(van/lrn)











































