"Prinsipnya, TransJakarta harus bertanggung jawab penuh terhadap kerugian yang dialami konsumen. Kami siap membantu penumpang tersebut," ujar pengurus YLKI, Tulus Abadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (9/12/2010).
Tulus mengimbau Eko segera menghubungi YLKI untuk memberikan kronologi yang lengkap dan tuntutan yang diinginkan. Selanjutnya, YLKI akan meneruskannya ke pihak manajemen TransJakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TransJakarta harus terus mengkampanyekan bagaimana menjadi penumpang yang cerdas," sambung Tulus.
Selain itu, harus dipikirkan pula solusi agar tidak terjadi penumpukan penumpang di jam-jam sibuk. Bila calon penumpang menunggu lama armadanya, ketika bus datang maka akan berebutan.
"Insting mereka, langsung rebutan, dulu-duluan masuk. Padahal itu bisa membahayakan penumpang," imbuh Tulus.
Eko Nugroho kehilangan separo jempol tangan kanannya lantaran terjepit pintu bus TransJakarta yang penuh sesak, pada bulan November lalu. Eko saat itu menumpang bus TransJ Koridor VI, jurusan Dukuh Atas-Ragunan. Dia naik dari halte Patra Kuningan. Di halte Depkes, dua orang memaksa masuk ke bus yang penuh sehingga membuat Eko terdesak dan jempolnya terjepit pintu bus yang menutup otomatis.
Bagi Eko, penggantian biaya rumah sakit tidak terlalu penting. Sebab dirinya sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari kantornya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat. Bagi Eko, yang lebih penting adalah audit keselamatan bagi penumpang.
(vit/fay)










































