YLKI Siap Bantu Penumpang TransJ yang Kehilangan Jempolnya

YLKI Siap Bantu Penumpang TransJ yang Kehilangan Jempolnya

- detikNews
Kamis, 09 Des 2010 15:45 WIB
YLKI Siap Bantu Penumpang TransJ yang Kehilangan Jempolnya
Jakarta - Eko Nugroho, penumpang yang kehilangan jempolnya lantaran terjepit pintu bus TransJakarta belum juga dihubungi oleh pengelola untuk membahas asuransi. YLKI pun bersedia membantu Eko.

"Prinsipnya, TransJakarta harus bertanggung jawab penuh terhadap kerugian yang dialami konsumen. Kami siap membantu penumpang tersebut," ujar pengurus YLKI, Tulus Abadi, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (9/12/2010).

Tulus mengimbau Eko segera menghubungi YLKI untuk memberikan kronologi yang lengkap dan tuntutan yang diinginkan. Selanjutnya, YLKI akan meneruskannya ke pihak manajemen TransJakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, TransJakarta juga memiliki kewajiban untuk membuat penumpang terinformasi dengan baik. Terinformasi baik maksudnya tidak berdesak-desakkan dan mengantre dengan teratur saat akan masuk ke bus. Selain itu, bila bus sudah padat, calon penumpang juga memiliki kesadaran untuk tidak memaksa masuk.

"TransJakarta harus terus mengkampanyekan bagaimana menjadi penumpang yang cerdas," sambung Tulus.

Selain itu, harus dipikirkan pula solusi agar tidak terjadi penumpukan penumpang di jam-jam sibuk. Bila calon penumpang menunggu lama armadanya, ketika bus datang maka akan berebutan.

"Insting mereka, langsung rebutan, dulu-duluan masuk. Padahal itu bisa membahayakan penumpang," imbuh Tulus.

Eko Nugroho kehilangan separo jempol tangan kanannya lantaran terjepit pintu bus TransJakarta yang penuh sesak, pada bulan November lalu. Eko saat itu menumpang bus TransJ Koridor VI, jurusan Dukuh Atas-Ragunan. Dia naik dari halte Patra Kuningan. Di halte Depkes, dua orang memaksa masuk ke bus yang penuh sehingga membuat Eko terdesak dan jempolnya terjepit pintu bus yang menutup otomatis.

Bagi Eko, penggantian biaya rumah sakit tidak terlalu penting. Sebab dirinya sudah mendapatkan jaminan kesehatan dari kantornya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Pusat. Bagi Eko, yang lebih penting adalah audit keselamatan bagi penumpang.

(vit/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini