Pengamatan detikcom, Kamis (9/12/2010), kericuhan yang terjadi di depan gerbang masuk Kejati Kaltim berawal dari orasi dan nyanyian mahasiswa. Nyanyian mereka dinilai telah melecehkan aparat kepolisian yang bertugas.
"Aparat keparat, polisi bangsat!" kata seorang orator mahasiswa saat berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian, di depan kantor Kejati Kaltim, Jl Bung Tomo, Samarinda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana kalau bapak kalian yang dibilang bangsat?" kata Tampubolon kepada mahasiswa.
Puluhan anggota kepolisian yang mengikuti Tampubolon, bergegas mencari provokator yang melontarkan kata-kata tersebut. Mahasiswa melawan dan kericuhan tidak dapat dihindarkan.
Sejumlah mahasiswa sempat dikeroyok kepolisian dan nyaris terjatuh ke parit lantaran dicurigai sebagai provokator. Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol Yusep Gunawan mengakui kericuhan yang terjadi.
"Karena adanya kata-kata kotor (bangsat) sehingga memancing emosi anggota," kaya Yusep.
Kericuhan tersebut tidak terus berlanjut. Mahasiswa membubarkan diri setelah mendapat penjelasan kepolisian.
(fay/fay)











































