Hari Antikorupsi, Mahasiswa Samarinda Ricuh dengan Polisi

Hari Antikorupsi, Mahasiswa Samarinda Ricuh dengan Polisi

- detikNews
Kamis, 09 Des 2010 15:29 WIB
Hari Antikorupsi, Mahasiswa Samarinda Ricuh dengan Polisi
Samarinda - Demonstrasi digelar 500 orang Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) dan 10 elemen mahasiswa Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menyambut hari Antikorupsi se-dunia. Aksi yang digelar di kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim itu berujung keributan.

Pengamatan detikcom, Kamis (9/12/2010), kericuhan yang terjadi di depan gerbang masuk Kejati Kaltim berawal dari orasi dan nyanyian mahasiswa. Nyanyian mereka dinilai telah melecehkan aparat kepolisian yang bertugas.

"Aparat keparat, polisi bangsat!" kata seorang orator mahasiswa saat berhadap-hadapan dengan aparat kepolisian, di depan kantor Kejati Kaltim, Jl Bung Tomo, Samarinda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar kata-kata itu, Kasat Samapta Polresta Samarinda Kompol Tampubolon, berjalan keluar menemuiย  mahasiswa. Belakangan diikuti oleh puluhan anggota kepolisian lainnya berpakaian dinas seraya memprotes kata-kata dalam nyanyian yang dilontarkan oleh mahasiswa.

"Bagaimana kalau bapak kalian yang dibilang bangsat?" kata Tampubolon kepada mahasiswa.

Puluhan anggota kepolisian yang mengikuti Tampubolon, bergegas mencari provokator yang melontarkan kata-kata tersebut. Mahasiswa melawan dan kericuhan tidak dapat dihindarkan.

Sejumlah mahasiswa sempat dikeroyok kepolisian dan nyaris terjatuh ke parit lantaran dicurigai sebagai provokator. Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol Yusep Gunawan mengakui kericuhan yang terjadi.

"Karena adanya kata-kata kotor (bangsat) sehingga memancing emosi anggota," kaya Yusep.

Kericuhan tersebut tidak terus berlanjut. Mahasiswa membubarkan diri setelah mendapat penjelasan kepolisian.

(fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads