Prabu menyerahkan KTA ke kantor DPD PD DIY di Jl Kolonel Sugiyono No 89, Yogyakarta, Kamis (9/12/2010). Dia datang dengan memakai batik hitam lengan panjang. Di kantor DPD PD, sekitar 10 pengurus sudah menunggu pria berkumis itu.
Setelah berbincang-bincang, proses pengunduran diri pun dilakukan. Penyerahan KTA langsung diterima oleh sesepuh Majelis Pertimbangan PD DIY, Djoko Suwindi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mundur sendiri, tidak mengajak orang lain, baik yang menjadi anggota dewan, pengurus, dan simpatisan. Sekali lagi, ini saya lakukan demi membela perjuangan serta harkat dan martabat ayah saya HB IX," kata Prabukusumo.
"Selain itu, sebelum saya dipecat, saya mundur dulu," imbuhnya lagi.
Bersamaan dengan mundurnya Prabukusumo, dua pengurus PD yaitu Wakil Ketua IX, Faraz Umaya dan Wakil Sekretaris, Lulu D Budihardjo, juga mengundurkan diri. Faraz yang datang dengan memakai jaket Demokrat pun mengembalikan jaket birunya.
"Untuk kepengurusan DPD PD DIY, saya serahkan ke Majelis Pertimbangan Partai biar mereka nanti yang mengatur lagi," tutup Prabu sebelum meninggalkan kantor partai yang dipimpinnya selama ini.
Sebelumnya pada Rabu (8/12), Prabu sudah mengungkapkan rencananya keluar dari Demokrat untuk menjaga nama baik keluarga Keraton. Dia mengaku tersinggung dengan perkataan politisi Demokrat Ruhut Sitompul dan Amir Syamsuddin yang mengatakan di Yogya tidak akan bisa rakyat jelata menjadi gubernur. Hanya darah biru saja yang bisa menjadi gubernur.
"Ucapan itu menyakiti harga diri saya," akunya. (fay/nrl)











































