Demikian seperti dilansir dari siaran pers Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (9/12/2010).
BDF III yang kali ini diselenggarakan di The Westing, Nusa Dua, Bali ini, akan dibuka langsung oleh Presiden SBY pada pukul 10.00 WITA, dengan mengambil tema 'Democracy and the Promotion of Peace and Stability'. Presiden SBY dan Presiden Lee Myung-bak akan bertindak sebagai ketua dalam forum ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui bahwa BDF I tahun 2008 dihadiri oleh 40 negara, sedangkan BDF II tahun 2009 dihadiri oleh 48 negara.
Pantauan detikcom, sejumlah delegasi dari beberapa negara telah hadir di Nusantara Room tempat BDF III digelar. Mereka tampak bersiap-siap sebelum acara dibuka. Puluhan wartawan Indonesia dan juga wartawan asing telah memenuhi lokasi ini.
Selain dihadiri delegasi-delegasi luar negeri, 3 kepala negara juga dijadwalkan akan hadir dalam forum ini. Mereka adalah Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Sultan Brunei Darussalam Sultan Haji Hassanal Bolkiah, dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.
Ketiga kepala negara tersebut dan Presiden SBY akan memberikan pernyataan masing-masing terkait forum ini.
Forum tahun ini akan mendiskusikan korelasi antara demokrasi dengan perdamaian serta
mengidentifikasi dampak perkembangan negara terhadap proses perdamaian. Para delegasi yang hadir akan saling bertukar pandangan dan saling berbagi pengalaman terkait upaya pencegahan terjadinya konflik dalam suatu sistem demokrasi.
Ada dua topik utama yang akan menjadi pembahasan dalam sesi interaktif, pertama, bagaimana sistem demokrasi membantu upaya pencegahan terjadinya konflik kekerasan. Kedua, mengapa perkembangan ekonomi dan demokrasi menjadi hal yang penting dalam terciptanya perdamaian.
BDF disebut-sebut sebagai forum utama yang membahas permasalahan bangsa-bangsa terkait demokrasi. Tujuan utama BDF adalah untuk membangun suatu forum dan kerjasama regional guna meningkatkan perkembangan politik melalui dialog dan saling bertukar pengalaman, untuk memperkuat perkembangan demokrasi di masing-masing negara, dan juga merupakan strategi untuk mempertahankan perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran di Asia dan sekitarnya.
(nvc/vit)










































