mengatakan akan ada reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Namun kabar mengenai akan adanya pergantian di tubuh menteri ini terus berhembus kencang.
Sebenarnya apakah Presiden benar-benar melakukan reshuffle? Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu. Namun, menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik,
Daniel Sparingga, reshuffle bias saja dilakukan jika kondisi bangsa sudah
'tenang'.
"Mungkin reshuffle dilakukan saat suasana sudah slow down," kata Daniel di sela-sela acara Bali Democracy Forum di Nusa Dua, Bali, Rabu (8/12/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Secara pribadi menurut saya ada 7-8 menteri,” ungkap Daniel.
Bahkan, Daniel mengatakan, jika kepala-kepala kantor di lingkungan pemerintahan juga ada yang harus direshuffle, menurutnya jumlahnya bias mencapai puluhan orang. "Bisa sampai 20 orang," imbuhnya.
Senada dengan Daniel, Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha juga belum mendapat arahan Presiden mengenai reshuffle.
"Sampai saat ini belum ada arahan dari Presiden," kata Julian.
Menurut Julian, para menteri telah diikat oleh Presiden dalam sebuah pakta integritas dan kontrak kinerja yang ditandatangani sebelum mereka diangkat menjadi menteri. Untuk memantau kinerja para menteri ini, Presiden telah menunjuk UKP4 yang dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto. "Mereka dievaluasi secara rutin," ujarnya.
(anw/rdf)











































