Koruptor Diberi Grasi & Remisi, Pemerintah Tak Serius Berantas Korupsi

Hari Antikorupsi se-Dunia

Koruptor Diberi Grasi & Remisi, Pemerintah Tak Serius Berantas Korupsi

- detikNews
Kamis, 09 Des 2010 03:19 WIB
Koruptor Diberi Grasi & Remisi, Pemerintah Tak Serius Berantas Korupsi
Jakarta - Seluruh dunia merayakan hari antikorupsi hari ini. Namun Indonesia dinilai masih belum serius untuk benar-benar memberantas korupsi.

"Percuma merayakan hari antikorupsi. Pemegang kekuasaan belum serius memberantas korupsi," ujar anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo kepada detikcom, Rabu (9/12/2010).

Bambang mengkritik tidak ada upaya untuk membuat koruptor takut. Pemerintah malah memberikan grasi dan remisi bagi para terpidana korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini malah diberi remisi dan grasi, bagaimana mau takut," jelas politisi Golkar ini.

Bambang menilai kinerja lembaga pemberantas korupsi masih sangat kurang. KPK yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi pun kinerjanya menurun.

"KPK sekarang seperti macan sirkus saja. Disuruh loncat sana, loncat sini. Ini karena ekornya dipegang. Harusnya KPK bisa jadi macan sungguhan," ungkapnya.

Bukti-buktinya menurut Bambang, bisa dilihat dari beberapa kasus yang masih mangkrak. Kasus Century dan kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Gultom contohnya.

"Dalam kasus Miranda, penerima suap dihukum. Tapi yang memberikan suap tidak dihukum. Yang punya motif suap tidak dihukum. Ini apa maksudnya?" beber Bambang.




(rdf/lia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini