Menbudpar Kecam Daerah Bekas Bencana Dijadikan Obyek Wisata

Menbudpar Kecam Daerah Bekas Bencana Dijadikan Obyek Wisata

- detikNews
Kamis, 09 Des 2010 00:19 WIB
Menbudpar Kecam Daerah Bekas Bencana Dijadikan Obyek Wisata
Magelang - Menteri Budaya dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengecam daerah bekas bencana alam dijadikan tujuan wisata. Pasalnya, tidak etis jika kawasan bekas bencana justru dijadikan pemandangan untuk dinikmati para wisatawan.

"Ada beberapa orang yang banyak mengusulkan ke saya agar bencana Merapi, bencana bencana lainya dijadikan obyek wisata bencana. Saya tidak setuju," ujar Wacik saat berkunjung ke Candi Borobudur, di Kompleks Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (8/12/2010).

Dalam kunjungannya itu, Wacik tampak didampingi sejumlah pejabat dari Kementerian Budaya dan Pariwisata, Direktur Eksekutif United Nation World Tourist Organisation (UNWTO) Marcio Favilla dan Direktur UNESCO Hubert Dijzen. Sesampainya di lokasi Candi Borobudur, para rombongan disambut oleh Direktur Sejarah dan Purbakala Yunus Satrio Atmodjo, Kepala Balai Konservasi Candi Borobudur Marsis Sutopo dan Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur Pujo Suwarno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wacik menambahkan, usulan yang sampai kepadanya soal kawasan bekas bencana menjadi daerah wisata, sangat tidak masuk akal. Dia menyarankan, daripada memberi usulan seperti itu ada baiknya semangat tolong menolong lebih ditingkatkan.

"Masak bencana orang berduka dijadikan obyek wisata nggak baik itu. Kalau ada yang meninjau, nyumbang nolongin gitu. Jadi wisata ya wisata, bencana ya yang kita tolongin yang terkena bencana. Bahasa Jawanya ‘gak mentolo’. Nggak baik-nggak baik,” tegas pria berkacamata ini.

Sekalipun sudah dalam tahap rehabilitasi, Wacik menjelaskan, kawasan bencana hanya boleh dikunjungi para wisatawan yang mempunyai kepentingan pendidikan dan penelitian.

"Kecuali jika bencana sudah usai dan dalam proses recovery para wisatawan datang dan meninjau untuk kepentingan pendidikan dan penelitian tidak masalah," paparnya.

Dalam kunjungannya kali ini, Wacik juga menyatakan kawasan wisata Candi Borobudur,
Prambanan dan obyek wisata Yogja lainnya, sudah dibuka kembali untuk umum.
Masyarakat juga diperbolehkan melihat dari dekat bekas-bekas dari sisa bencana yang masih tahap recovery.

“Silahkan lihat bekas bencana. Sebagaian sudah bagus, sudah enak sudah bekerja semua. Bahkan untuk mengabarkan kepada dunia internasional, Mr Favilla sudah kirim berita ke Madrid markas UNEWTO dan seluruh dunia sudah melihat Solo, Yogya dan mereka mengatakan ‘good feeling’" cerita Wacik
 
Rencananya rombongan Wacik akan naik menuju Candi Borobudur. Namun hal itu gagal dilakukan karena hujan turun.

"Saat ini hujan di Candi Borobudur, kita tidak sempat naik. Tapi, malah bagus kalau hujan. Abu vulkanik di candi yang diatas bisa hanyut ke bawah,” tutup Wacik.

(lia/lia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini