"Itu pasti ada yang dibongkar baik bangunan rumah maupun sekolah," ujar Kasudin Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Jakarta Barat, Abdul Hamid, saat dihubungi wartawan, Rabu (8/12/2010).
2 Sekolah yang terkena dampak pelebaran jalan pertama, SMK 35 yang terletak di Jl Kerajinan No 42 Tamansari. Pagar sekolah dan ruang praktek akan dibongkar. Kedua, SMA 17 Jl Belandongan, Tamansari. 6 Ruangan di sekolah ini terkena imbas pelebaran jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan belajar mengajar di sekolah ini dipastikan akan terganggu. Sudin Pendidikan Jakarta Barat bersama pihak sekolah sudah merencanakan untuk memindahkan sementara kegiatan belajar para siswa.
Sekolah akan memberlakukan 2 shif pagi dan sore menggunakan bangunan yang tidak tergusur. "Dicarikan tempat di Tambora ternyata tidak bisa menampung 720 siswa," ungkapnya.
Untuk jangka panjang para siswa di SMA 17 akan dipindah ke SMK 53 yang terletak di Jl Pinangsia Tamansari. Kemudian SMK 53 akan menempati lahan fasos dan fasum seluas 1,2 hektar di Bulak Wadon, Cengkareng Barat.
"Kalau nanti SMK 53 sudah kosong, SMA 17 kita pindah ke sana," imbuhnya.
Rencana ini ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan, persoalan muncul karena sampai saat ini lahan fasos-fasum masih belum dibangun, anggaran untuk membangun fasilitas pendidikan di tempat tersebut kemungkinan turun pada tahun 2012.
"Anggarannya belum turun, kemungkinan baru tahun 2012," tuturnya.
Sampai saat, menurut Abdul, kegiatan belajar di dua sekolah tersebut masih berjalan normal. Para orang tua siswa juga berharap jika memang harus dibongkar para siswa diberi 1 tempat tanpa dipisah-pisah.
"Kalau mau dilaksanakan (bongkar) masyarakat dulu, jangan sekolah. Apalagi bulan Maret ujian nasional jangan sampai KBM terganggu," kata Abdul.
Saat coba dimintai konfirmasi telpon seluler Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jalan Jakarta Barat, Yusmada tidak aktif.
(did/aan)











































