Marty: BDF Jadi Forum Utama Perkembangan Demokrasi Dunia

Marty: BDF Jadi Forum Utama Perkembangan Demokrasi Dunia

- detikNews
Rabu, 08 Des 2010 17:27 WIB
Nusa Dua - Bali Democracy Forum (BDF) III yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, menjadi forumutama di dunia yang membahas mengenahi demokrasi dan permasalahannya. Forum ini menjadi tempat saling tukar pikiran tentang demokrasi antara negara-negara yang memiliki latar belakang berbeda.

"Ini satu-satunya forum di kawasan kita di mana negara-negara dan pemerintah-pemerintah yang meskipun sistem politiknya berbeda bisa duduk bersama, bertukar pandangan, bertukar pengalaman, mengenai masalah demokrasi. Jadi saya kira sudah menjadi (forum utama)," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Hal tersebut dia sampaikan di  sela-sela berlangsungnya Bali Democracy Forum di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu (7/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BDF, menurut Marty tahun demi tahun semakin terkonsolidasi sebagai bagian dari arsitektur di kawasan, khususnya di kawasan Asia. Dari segi jumlah peserta, para menteri yang hadir juga semakin banyak.

"Saya kira dari berbagai referensi itu terlihat betapa Bali Democracy Forum ini sudah semakin menjadi bagian dari yang sangat penting dari arsitektur kawasan kita," imbuh Marty.

Dengan banyaknya negara partisipan di BDF III ini apa yang ingin dicapai untuk tingkat global? "Saya kira iya itu dari segi pertukaran informasi, pertukaran pengalaman itu sangat penting sekali, dan juga kali ini kan temanya sangat khas,
keterkaitannya dengan pencegahan konflik, sangat tepat waktu karena melihat situasi kondisi Korea Selatan," jawabnya.

Marty tidak menjawab jelas saat ditanya kontribusi riil BDF yang telah berlangsung selama tiga kali ini. Menurutnya, BDF sifatnya bertahap, tidak ada jalan pintas.

"Kita ingin menunjukkan bahwa demokrasi bukan saja sebagai suatu konsep di dalam negara, tapi hubungan yang sifatnya didorong oleh semangat demokrasi antarnegara, saling menghormati, menjunjung tinggi proses demokrasi, menjunjung tinggi prinsip penyelesaian konflik secara damai," tutup Marty.

(anw/nwk)


Berita Terkait